Lewat Lorong Wisata, Pemkot Makassar Janji Tuntaskan Persoalan Anak Putus Sekolah

oleh -9 views
MAKASSAR – Wali Kota (Walkot) Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, pihaknya berjanji akan menuntaskan persoalan anak putus sekolah melalui program Lorong Wisata.
Komitmen tersebut, kata dia, khususnya diperuntukan kepada anak putus sekolah yang tinggal di lorong-lorong. Pria yang akrab disapa Danny Pomanto itu menjelaskan, pengentasan anak putus sekolah sejalan dengan program strategis “Revolusi Pendidikan Semua Harus Sekolah”.
Program strategis itu, sebut dia, merupakan penjabaran dari misi revolusi sumber daya manusia (SDM) dan percepatan reformasi birokrasi menuju SDM kota yang unggul dengan pelayanan publik kelas dunia bersih dari indikasi korupsi.
“Jadi Lorong Wisata adalah pintu seluruh program strategis pemerintah kota (pemkot). Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) saya minta untuk mengisi semua form dalam minggu ini,. Insya Allah ini akan membawa harum nama Kota Makassar,” ujar Danny, Selasa (26/7/2022).
Menurutnya, Lorong Wisata memiliki cakupan yang lebih luas dan tidak hanya sekadar destinasi wisata baru.
Untuk diketahui, program Lorong Wisata merupakan salah satu upaya Pemkot Makassar untuk memulihkan kembali perekonomian di wilayahnya.
Terutama dalam memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan mendukung pariwisata lokal.
Program yang digagas orang nomor satu di Makassar ini diwujudkan melalui sebuah inovasi baru dengan menyulap lorong di pemukiman padat penduduk menjadi tempat wisata lokal kekinian dengan berbagai lukisan mural.
Adanya Lorong Wisata membuat Danny bangga. Sebab, program ini mampu menarik perhatian dunia.
Perhatian itu, dibuktikan dari respons Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang nampak antusias dengan pemaparan tentang program Lorong Wisata.
“Telah diakui di Forum National Science Foundation (NSF) kemarin bahwa pengambilan data yang kami lakukan sudah memenuhi standar internasional,” tutur Danny.
Dukung program strategis Pemkot Makassar Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar Muhammad Rheza mengatakan, Lorong Wisata memiliki banyak potensi untuk mendukung program strategis Pemkot Makassar.
Bahkan, menurut Rheza, hampir semua potensi di Lorong Wisata masuk dalam 24 program strategis Pemkot Makassar.
Adapun salah satunya terkait masalah pendidikan.
“Dari delapan program strategis yang pertama adalah masalah pendidikan. Di sini, Dinas Pendidikan (Disdik) bersama Dinas Sosial (Dinsos) mendata anak-anak yang putus sekolah,” kata Rheza.
Selain itu, lanjut dia, Pemkot Makassar melalui Disdik juga menyiapkan program Seribu Beasiswa Anak Lorong. Disdik akan mencari dan mendata anak-anak lorong yang berprestasi secara akademis dan nonakademis untuk diikutkan program ini.
“Di situ Disdik melihat siapa anak yang berhak untuk diberikan beasiswa,” ucap Rheza.
Persiapkan data anak-anak putus sekolah Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Makassar Muhyiddin mengatakan, pihaknya sudah mulai turun mendata anak-anak yang putus sekolah.
Utamanya, para anak yang tinggal di lorong-lorong.
“Pendataan anak di lorong-lorong itu kami fokuskan yang tidak sekolah. Nanti kami sinkronkan datanya dengan Dinsos. Kami turun langsung di semua lorong,” ujarnya.
Tidak hanya sekadar mendata, lanjut Muhyiddin, Disdik Makassar juga memiliki program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang akan menampung anak-anak putus sekolah.

“Setiap lorong nanti akan dibuat ruang belajar (semacam PKBM) khusus anak tidak sekolah. Nanti tetap ada ijazahnya, kami ikutkan paket A untuk sekolah dasar (SD),” jelasnya.

Muhyiddin menegaskan bahwa semua anak harus sekolah.
Apabila ditemukan anak yang masih usia sekolah tetapi tidak melanjutkan pendidikan, maka akan ditarik masuk ke sekolah formal.
Untuk program Seribu Beasiswa Anak Lorong, ia mengaku, Disdik Makassar akan berkolaborasi dengan pihak swasta.
Dalam hal ini termasuk kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Program Seribu Beasiswa Anak Lorong dari Disdik Makassar sendiri hanya disiapkan untuk 200 anak dengan pembagian masing-masing 100 anak SD dan 100 anak sekolah menengah pertama (SMP).
“Anggaran kami kan 100 untuk SD dan 100 untuk SMP. Jadi untuk program ini nanti kami berkolaborasi dengan swasta. Data ini akan dikoordinasikan dengan Baznas bahwa ada sekian anak yang butuh beasiswa,” ujar Muhyiddin. (*)