Kapus Barombong Tepis Pelayanan Puskesmas Hanya Sampai Pukul 11.00 Wita, Faktanya

oleh -12 views

MAKASSAR – Kepala Puskesmas Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Nukman mengklarifikasi pelayanan puskesmas yang dikeluhkan masyarakat.

Puskesmas Barombong dikabarkan hanya melayani pasien hingga pukul 11.00 siang.

Nukman menepis kabar tersebut. Ia menegaskan, tidak mungkin puskesmas melayani hanya pukul 10.00 atau 11.00 WITA.

“Sekarang yang ramai dibicarakan masalah pelayanan di puskesmas lebih awal tutup. Kalau dibilang jam 10 Puskesmas tidak melayani tidak mungkin,” ucap Nukman saat dikonfirmasi.

Apalagi Puskesmas Barombong telah terakreditasi dan menjalankan pelayanan sesuai protap.

Nukman menjelaskan, untuk pengambilan kartu antrean memang dibatasi waktunya hanya hingga pukul 12.00 wita.

Sementara untuk pelayanan masih terus berjalan hingga pukul 14.00 wita.

“Jam operasional umum mulai pukul 7.30- 14.00 WITA, kalau pelayanan kartu 7.30-12.00 WITA,” jelasnya.

Namun, jika ada hal yang mendesak di luar jam operasional, puskesmas tetap melayani.

“Kalau ada masyarakat yang terlambat kita tetap layani karena kita (petugas) masih ada, intinya tidak ada penolakan pasien, itu yang kita pegang,” ujarnya

Ia berharap, keluhan masyarakat bisa langsung disampaikan lewat kotak saran atau menghubungi kontak center puskesmas.

Sementara itu, Legislator DPRD Makassar, Hasanuddin Leo mengatakan, Dinas Kesehatan meningkatan pengawasan di Puskesmas.

Menurutnya, pelayanan di beberapa puskesmas banyak dikeluhkan masyarakat.

Leo menyampaikan banyak menerima keluhan masyarakat terkait jam operasional puskesmas yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

“Jadi, laporan lapangan pak wali ada salah satu puskesmas di Barombong itu hanya melayani sampai jam 11 siang, walaupun ada orang di dalam tapi dia batasi pendaftaran pasien hanya sampai jam 11,” kata Hasanuddin Leo.

Karena itu, dia meminta Dinkes Makassar rutin melakukan sidak ke puskesmas untuk memastikan tingkat pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinkes Makassar untuk diberikan peringatan, dan barangkali banyak puskesmas yang bertindak seperti itu. Itu akan merusak citra pelayanan daripada pemerintah kota,” tegasnya. (Win)