Dinkes Sidak Tujuh Apotek, Turunkan Obat Sirup yang Dipajang

oleh -7 views

MAKASSAR — Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar kembali turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah apotek.

Di hari ketiga ini, mereka menyasar tujuh apotek.

Hasilnya, rerata apotek sudah mematuhi imbauan yang disampaikan dengan menuliskan penyampaian tidak menjual untuk sementara obat-obatan dalam bentuk sirop sesuai dengan edaran yang dikeluarkan Dinkes Makassar.

Tim Dinkes juga mengarahkan untuk menutup dan menurunkan obat-obat sirop yang terpajang di apotek.

“Dari hasil sidak apotek hari ini, Selasa (25/10/2022), yang demikian (menjual obat sirup) tidak kami temukan lagi,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Makassar drg Adi Novrisa, kemarin.

Sejauh ini, tim Dinkes telah menelusuri total sebanyak 22 apotek sejak Jumat, 21 Oktober lalu, untuk mengawasi peredaran obat dalam bentuk sirop di Kota Makassar.

“Sejak Jumat kami sudah sidak tiga apotek. Kemarin disasar apotek di wilayah Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea. Hari ini tujuh apotek,” terangnya.

Beberapa apotek, kata dr Adi, mampu menunjukkan surat retur obat ke Perusahaan Besar Farmasi (PBF).

“Bagi yang belum retur, diminta membuat surat pernyataan untuk segera mengembalikan obat yang dilarang beredar,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Nursaidah Sirajuddin sebelumnya telah membagikan surat penyampaian tekait larangan jual beli obat dalam bentuk sioup kepada seluruh apotek, toko obat dan rumah sakit serta puskesmas.

“Pengawasannya setiap hari kami turun sidak untuk mengawasi semua jenis obat dalam bentuk sirop,” ujarnya saat dihubungi.

Meski begitu, belum ada sanksi diberikan apabila ada apotek yang masih memperjualbelikan lima merek obat yang dilarang peredarannya.

“Kalau sanksi belum, karena dari Kemenkes juga masih sebatas imbauan. Jadi kami perketat saja monitoring dan semua layanan yang kami sudah berikan surat penyampaian,” jelas Nursaidah. (Win)